Struktur IMRaD merupakan salah satu format yang paling banyak digunakan untuk menyusun artikel penelitian empiris. IMRaD adalah singkatan dari Introduction, Methods, Results, and Discussion atau Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan.
Setiap bagian memiliki fungsi berbeda. Pendahuluan menjelaskan mengapa penelitian perlu dilakukan. Metode menunjukkan bagaimana penelitian dikerjakan. Hasil menyajikan apa yang ditemukan. Pembahasan menerangkan makna temuan tersebut.
Menurut Springer Nature, struktur yang jelas membantu pembaca menemukan informasi dan menilai apakah unsur yang diperlukan untuk memahami penelitian telah tersedia. Meskipun terlihat sederhana, penulis masih sering mencampurkan fungsi setiap bagian: kajian pustaka memenuhi pendahuluan, metode muncul di hasil, sedangkan pembahasan hanya mengulang angka.
Apa Itu Struktur IMRaD?
Introduction: Mengapa penelitian dilakukan? Methods: Bagaimana penelitian dilakukan? Results: Apa yang ditemukan? Discussion: Apa arti dan pentingnya temuan tersebut?
Struktur ini terutama digunakan untuk artikel penelitian asli yang melaporkan data empiris. Formatnya dapat diterapkan pada banyak penelitian kuantitatif, kualitatif, mixed methods, eksperimental, observasional, maupun penelitian lapangan, tetapi detail setiap bagian harus disesuaikan dengan desain penelitian.
IMRaD bukan format mutlak untuk semua karya ilmiah. Penelitian teoretis, artikel konseptual, tinjauan pustaka, systematic review, studi kasus tertentu, dan artikel humaniora dapat memakai struktur berbeda. Analisis Duke University juga menunjukkan bahwa struktur tulisan ilmiah tidak diterapkan secara seragam di seluruh bidang. Pedoman jurnal tujuan karena itu selalu menjadi acuan utama.
Bagian-Bagian Lengkap Artikel Ilmiah
Artikel berbasis IMRaD biasanya tidak hanya terdiri atas empat bagian utama. Struktur lengkapnya dapat meliputi judul, identitas penulis dan afiliasi, abstrak, kata kunci, Introduction, Methods, Results, Discussion, Conclusion, pernyataan etika, pendanaan atau konflik kepentingan, daftar pustaka, serta supplementary materials bila diperlukan.
Beberapa jurnal menggabungkan Results and Discussion, sedangkan jurnal lain meminta keduanya dipisahkan. Kesimpulan juga dapat berdiri sendiri atau menjadi paragraf akhir pembahasan. PLOS Computational Biology memberikan fleksibilitas tertentu pada struktur manuskrip. Karena itu, pilih jurnal tujuan sebelum memfinalkan format.
1. Introduction: Menjelaskan Mengapa Penelitian Dilakukan
Pendahuluan membawa pembaca dari konteks penting menuju persoalan spesifik yang diteliti. Bagian ini bukan tempat untuk menampilkan semua teori atau setiap penelitian terdahulu yang pernah ditemukan.
Konteks penting → masalah ilmiah → pengetahuan yang tersedia → kesenjangan penelitian → kontribusi → tujuan atau pertanyaan penelitian.
Konteks dan urgensi
Mulailah dengan persoalan yang langsung relevan. Hindari pembukaan terlalu luas seperti “pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia.” Kalimat yang lebih terarah dapat menyebutkan perubahan, masalah, atau ketegangan yang benar-benar melandasi penelitian.
“Penggunaan generative AI di pendidikan tinggi berkembang lebih cepat daripada kesiapan sebagian perguruan tinggi dalam menetapkan pedoman pemanfaatannya untuk tugas akademik.”
Kondisi pengetahuan saat ini
Jelaskan apa yang telah diketahui berdasarkan penelitian sebelumnya. Kelompokkan sumber menurut isu, pola, atau kecenderungan temuan, bukan memaparkan satu artikel demi satu seperti daftar anotasi.
Research gap
Research gap bukan sekadar kalimat “topik ini masih jarang diteliti.” Kesenjangan perlu ditunjukkan secara spesifik: populasi belum diteliti, temuan belum konsisten, variabel penting belum dimasukkan, konteks belum dikaji, metode terdahulu terbatas, teori belum diuji, atau perubahan terbaru membuat hasil lama perlu diperiksa kembali.
Kontribusi dan tujuan
Akhiri pendahuluan dengan kontribusi dan tujuan yang jelas. Jika jurnal mengharuskannya, cantumkan pertanyaan penelitian atau hipotesis. Pembaca harus memahami dengan tepat mengapa penelitian layak dilakukan dan apa yang akan dijawab.
2. Methods: Menjelaskan Bagaimana Penelitian Dilakukan
Bagian metode menyediakan informasi untuk menilai validitas penelitian. Metode harus menjelaskan rancangan, perolehan data, serta analisis yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Prinsip utamanya adalah transparansi. Lihat juga panduan Methods dari PLOS.
Unsur metode umumnya mencakup desain penelitian, lokasi dan periode, populasi dan sampel atau partisipan, kriteria inklusi-eksklusi, teknik sampling, variabel atau fokus, definisi operasional, instrumen, prosedur pengumpulan data, analisis, pengendalian bias atau validasi, serta persetujuan etik bila relevan.
| Penelitian kuantitatif | Penelitian kualitatif |
|---|---|
| Desain, populasi, sampel, dan teknik sampling | Pendekatan, strategi, lokasi, dan konteks |
| Variabel, definisi operasional, dan instrumen | Informan, cara pemilihan, dan karakteristik |
| Prosedur, analisis statistik, dan uji asumsi | Wawancara/observasi, analisis, dan refleksivitas |
| Validitas, reliabilitas, dan persetujuan etik | Kredibilitas, keabsahan data, dan etika |
Pernyataan “penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei” belum memadai. Penulis perlu menjelaskan responden, pemilihan sampel, pengukuran konstruk, pengujian instrumen, waktu pengumpulan data, dan teknik analisis. Springer Nature menyarankan metode baru dijelaskan terperinci, sedangkan metode mapan dapat diringkas dengan merujuk sumber asli.
Untuk penelitian kesehatan, pilih pedoman pelaporan melalui EQUATOR Network, misalnya CONSORT untuk uji terkontrol, STROBE untuk studi observasional, PRISMA untuk systematic review, atau COREQ untuk penelitian kualitatif berbasis wawancara.
3. Results: Menyajikan Apa yang Ditemukan
Bagian hasil menyajikan temuan secara jelas dan terorganisasi. Urutannya idealnya mengikuti urutan tujuan penelitian atau analisis dalam metode: tujuan pertama memiliki metode dan hasil pertama; tujuan kedua memiliki metode dan hasil kedua.
Isi Results pada penelitian kuantitatif
Hasil dapat memuat karakteristik sampel, statistik deskriptif, pengujian instrumen, uji asumsi, uji hipotesis, estimasi pengaruh, interval kepercayaan, tabel atau grafik, serta analisis sensitivitas bila diperlukan.
Isi Results pada penelitian kualitatif
Hasil dapat memuat tema dan subtema, hubungan antartema, variasi pengalaman informan, kutipan representatif, kasus yang menyimpang, dan model konseptual yang dibangun dari data.
Jangan menyalin seluruh tabel ke dalam narasi
Bila tabel sudah memuat semua angka, paragraf tidak perlu mengulang setiap sel. Narasi mengarahkan pembaca pada temuan utama. Sebagai contoh, “komposisi responden relatif seimbang, dengan proporsi perempuan sedikit lebih besar daripada laki-laki (52% berbanding 48%)” lebih efisien daripada mengulang kedua jumlah secara terpisah.
Dalam struktur yang memisahkan hasil dan pembahasan, Results berfokus pada temuan sedangkan penafsiran teoretis ditempatkan di Discussion. Elsevier menyarankan hasil disusun secara logis, menampilkan temuan penting, menggunakan subjudul bila perlu, dan menghindari pembahasan panjang pada bagian ini.
4. Discussion: Menjelaskan Makna Temuan
Pembahasan merupakan tempat penulis menunjukkan kontribusi intelektual. Bagian ini tidak cukup hanya mengulang hasil atau menyatakan temuan “sejalan dengan penelitian sebelumnya.”
Nyatakan temuan utama
Mulailah dengan jawaban langsung terhadap tujuan penelitian, bukan mengulang seluruh latar belakang. Jelaskan temuan paling penting dan batas klaim yang dapat dibuat berdasarkan desain.
Interpretasikan dan bandingkan
Jelaskan mekanisme, konteks, atau alasan yang mungkin menghasilkan temuan. Bandingkan dengan penelitian terdahulu: bagian mana yang mendukung, berbeda, atau memperluas hasil sebelumnya, serta apakah perbedaan sampel, instrumen, konteks, atau metode dapat menjelaskannya.
Hubungkan dengan teori dan implikasi
Uraikan apakah hasil memperkuat, memperluas, membatasi, atau menantang teori. Implikasi dapat bersifat teoretis, metodologis, kebijakan, pendidikan, praktik profesional, atau agenda penelitian berikutnya.
Akui keterbatasan secara proporsional
Jelaskan keterbatasan yang benar-benar memengaruhi interpretasi, misalnya ukuran sampel, desain potong lintang, instrumen laporan diri, keterwakilan wilayah, atau potensi bias. PLOS menyarankan pembahasan mencakup makna, perbandingan, implikasi, kekuatan, dan keterbatasan tanpa melebih-lebihkan temuan.
Perbedaan Results dan Discussion
| Aspek | Results | Discussion |
|---|---|---|
| Pertanyaan utama | Apa yang ditemukan? | Apa arti temuan? |
| Isi utama | Data dan hasil analisis | Interpretasi dan argumentasi |
| Teori dan literatur | Minimal atau terbatas | Dihubungkan secara kritis |
| Keterbatasan dan implikasi | Umumnya tidak dibahas | Dijelaskan secara proporsional |
| Temuan baru | Disajikan di sini | Tidak menambahkan hasil baru |
Apakah Kesimpulan Termasuk IMRaD?
Huruf C tidak terdapat dalam IMRaD, tetapi banyak jurnal meminta bagian Conclusion setelah Discussion. Kesimpulan perlu menjawab tujuan, menyatakan temuan paling penting, menunjukkan kontribusi utama, dan menyampaikan implikasi yang didukung hasil. Hindari data, teori, referensi, atau klaim baru yang belum dibahas.
Judul, Abstrak, dan Kata Kunci
Judul
Judul harus mewakili isi, menyebut konsep utama, spesifik terhadap konteks bila perlu, ringkas, dan tidak sensasional. Hindari kata “pengaruh” bila desain hanya menunjukkan hubungan dan tidak mendukung kesimpulan kausal.
Abstrak
Abstrak memadatkan latar belakang, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Cantumkan hasil nyata, bukan kalimat “hasil akan dibahas lebih lanjut.” Lihat panduan abstrak PLOS.
Kata kunci
Pilih istilah yang benar-benar menggambarkan topik, variabel, populasi, metode, atau konteks. Bila bidang memiliki tesaurus atau istilah pengindeksan resmi, gunakan istilah tersebut.
Urutan Membaca dan Urutan Menulis Tidak Harus Sama
Artikel dibaca dalam urutan Introduction, Methods, Results, dan Discussion. Namun, penulis tidak harus menyusunnya dalam urutan tersebut. Urutan kerja yang efisien adalah:
- Periksa pedoman jurnal tujuan.
- Susun tabel dan gambar.
- Tulis Methods.
- Tulis Results.
- Tulis Discussion.
- Tulis Conclusion.
- Tulis Introduction.
- Tulis Abstract.
- Tentukan judul dan kata kunci.
- Periksa konsistensi keseluruhan.
Urutan ini selaras dengan saran Springer Nature dan Elsevier. Pendekatan terbaru juga menekankan penetapan penalaran inti sebelum merangkai paragraf agar artikel memiliki pesan ilmiah yang jelas. Lihat Drake (2025).
Menjaga Konsistensi Antarbagian
Jika sebuah tujuan muncul dalam Introduction, harus ada metode untuk menjawabnya, hasil yang melaporkannya, dan pembahasan yang menginterpretasikannya. Gunakan matriks ini sebelum mengirim manuskrip.
| Unsur | Introduction | Methods | Results | Discussion |
|---|---|---|---|---|
| Tujuan 1 | Dinyatakan | Prosedur 1 | Temuan 1 | Interpretasi 1 |
| Tujuan 2 | Dinyatakan | Prosedur 2 | Temuan 2 | Interpretasi 2 |
| Hipotesis | Dirumuskan | Diuji | Hasil pengujian | Ditafsirkan |
| Teori | Diperkenalkan | Dioperasionalkan | — | Digunakan untuk interpretasi |
Kesalahan Umum dalam Menulis Artikel Berbasis IMRaD
Pendahuluan terlalu panjang
Seluruh teori dan penelitian terdahulu dimasukkan tanpa menyaring relevansinya sehingga masalah dan kebaruan justru tidak terlihat.
Research gap hanya berupa klaim
Kalimat “belum ada penelitian” harus didukung penelusuran literatur. Kebaruan tidak cukup hanya berdasarkan perbedaan lokasi.
Metode tidak dapat dievaluasi
Nama metode disebutkan, tetapi prosedur, sampel, instrumen, validasi, atau analisisnya tidak dijelaskan.
Hasil tidak mengikuti tujuan
Banyak data ditampilkan, tetapi tidak semuanya menjawab pertanyaan penelitian. Tabel dan narasi juga sering mengulang informasi yang sama.
Pembahasan hanya mengulang hasil
Perubahan angka dinarasikan ulang tanpa mekanisme, hubungan dengan teori, perbandingan literatur, atau implikasi.
Klaim kausal dari desain nonkausal
Hubungan statistik disebut sebagai pengaruh sebab-akibat, padahal desain penelitian tidak mendukung kesimpulan tersebut.
Kesimpulan melebihi data
Temuan dari sampel atau konteks terbatas digeneralisasi terlalu luas tanpa mempertimbangkan desain dan keterbatasan.
Checklist Struktur IMRaD
| Bagian | Pemeriksaan sebelum submit |
|---|---|
| Introduction | Masalah spesifik; literatur relevan; gap ditunjukkan; kontribusi terlihat; tujuan dinyatakan jelas. |
| Methods | Desain, sampel/informan, instrumen, prosedur, analisis, validasi/bias, dan aspek etika dijelaskan. |
| Results | Urutan mengikuti tujuan; angka konsisten; temuan utama menonjol; tabel informatif; interpretasi tidak berlebihan. |
| Discussion | Temuan dijawab dan ditafsirkan; dibandingkan dengan literatur; teori, implikasi, dan keterbatasan dibahas; tidak ada hasil baru. |
Penggunaan AI untuk Membantu Menulis Struktur IMRaD
AI dapat membantu memeriksa koherensi, pengulangan, hubungan tujuan dan temuan, kejelasan subjudul, kritik awal terhadap pembahasan, konsistensi istilah, dan kesesuaian format dengan pedoman jurnal. Data, analisis, referensi, serta interpretasi tetap harus dikendalikan penulis.
“Berperanlah sebagai reviewer artikel ilmiah. Periksa konsistensi manuskrip berbasis IMRaD berikut. Petakan hubungan antara rumusan masalah, tujuan, metode analisis, hasil, dan pembahasan. Tandai tujuan yang belum memiliki metode, hasil yang tidak menjawab tujuan, serta kesimpulan yang tidak didukung data. Jangan menambahkan data, referensi, atau temuan baru.”
Penggunaannya tetap mengikuti prinsip etika dan verifikasi dalam artikel Cara Menggunakan AI untuk Penulisan Akademik secara Etis dan Sistematis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa kepanjangan IMRaD?
IMRaD adalah singkatan dari Introduction, Methods, Results, and Discussion. Dalam bahasa Indonesia, bagian tersebut disebut Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan.
Apakah semua artikel ilmiah harus menggunakan IMRaD?
Tidak. IMRaD paling umum digunakan untuk artikel penelitian asli berbasis data empiris. Artikel konseptual, tinjauan pustaka, systematic review, studi kasus tertentu, dan artikel humaniora dapat menggunakan format berbeda.
Apakah Literature Review termasuk bagian IMRaD?
Dalam banyak artikel penelitian, kajian pustaka terpilih ditempatkan di Introduction. Sebagian jurnal ilmu sosial menyediakan bagian Literature Review atau Theoretical Framework secara terpisah. Pedoman jurnal tujuan tetap menjadi acuan.
Apakah Results dan Discussion boleh digabung?
Boleh jika diperkenankan oleh jurnal. Dalam format gabungan, setiap hasil dapat langsung diikuti interpretasi dan perbandingan dengan literatur.
Apakah Conclusion wajib dibuat terpisah?
Tidak selalu. Sebagian jurnal meminta Conclusion berdiri sendiri, sedangkan jurnal lain menempatkannya pada akhir Discussion.
Bagian mana yang sebaiknya ditulis lebih dahulu?
Methods dan Results dapat ditulis lebih dahulu, dilanjutkan Discussion, Conclusion, Introduction, Abstract, judul, dan kata kunci. Urutan tersebut membantu memastikan pendahuluan dan abstrak benar-benar mencerminkan penelitian.
Berapa panjang setiap bagian IMRaD?
Tidak ada ukuran yang berlaku untuk semua jurnal. Panjangnya dipengaruhi jenis penelitian, kompleksitas data, disiplin ilmu, dan ketentuan jurnal. Prioritaskan kelengkapan informasi dan author guidelines.
Penutup
Struktur IMRaD membantu penulis mengubah proses penelitian menjadi komunikasi ilmiah yang runtut. Introduction menjelaskan persoalan dan tujuan, Methods menunjukkan cara penelitian dilakukan, Results menyajikan bukti, sedangkan Discussion menerangkan arti dan kontribusinya.
Artikel yang kuat tidak terbentuk hanya karena memiliki empat judul tersebut. Kualitasnya ditentukan oleh konsistensi hubungan antara masalah, tujuan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Sebelum menulis, tentukan jurnal tujuan, pelajari pedomannya, dan pastikan setiap klaim memiliki fungsi serta dukungan yang jelas.
Kembangkan artikel ilmiah melalui workflow IMRaD yang sistematis
Academic Magic Prompt Gen. 3 membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti menyiapkan fondasi, mengembangkan setiap bagian artikel, serta memeriksa konsistensi naskah secara bertahap.
